Showing posts with label Renungan Rohani. Show all posts
Showing posts with label Renungan Rohani. Show all posts
SOMBONG ROHANI

SOMBONG ROHANI

18:52 0

Hasil gambar untuk sombong rohani
Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” (Yesaya 6:5)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Bilangan 16-18

Karena memiliki jabatan kerohanian, terlibat dalam suatu pelayanan, atau setia melakukan disiplin rohani seperti berpuasa, beberapa orang menganggap diri mereka lebih baik dari yang lain. Bahkan dengan mengklaim memiliki pengalaman rohani yang istimewa, ada yang menganggap dirinya orang Kristen kelas satu. Ketika kita sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain, di situlah celah kesombongan rohani muncul.

Ketika Yesaya dipanggil menjadi nabi, Allah memberinya penglihatan yang spektakuler. Ia menyaksikan para malaikat mengagungkan Allah dalam kemuliaan-Nya. Berhadapan dengan kekudusan Allah, Yesaya segera menyadari betapa berdosa dirinya (ay.5). Lalu malaikat Allah menyentuhkan bara ke mulutnya sebagai tanda bahwa Allah mengampuninya. Setelah itu, ia pun siap menjawab panggilan Allah untuk memberitakan firman Allah kepada umat Israel.

Perjumpaan yang benar dengan Allah membuat seseorang makin menyadari betapa tidak ada apa-apanya dia dibandingkan dengan Allah yang mahabesar. Musa, Elia, dan Saulus hanyalah sedikit contoh yang mengalami kebenaran ini. Ketika kita makin mengenal Allah, kita akan makin menyadari alangkah besar anugerah-Nya yang telah menyelamatkan kita, dan betapa tidak layak kita di hadapan-Nya. Syukurlah Dia mengulurkan tangan kasih-Nya untuk menyelamatkan kita melalui karya Kristus di salib. Dengan kesadaran ini, tak ada yang pantas disombongkan. Sebaliknya, setiap pelayanan dan pengalaman rohani seharusnya membuat kita makin mengagumi kebesaran Allah.
SESEORANG YANG SOMBONG ROHANI MENGIRA DIRINYA BEGITU BESAR
KARENA IA BELUM MENGENAL ALLAH YANG MAHABESAR
JADILAH TELADAN MELALUI PERBUATANMU, BUKAN PERKATAAN MU

JADILAH TELADAN MELALUI PERBUATANMU, BUKAN PERKATAAN MU

01:46 0

Hasil gambar untuk JADILAH TELADAN MELALUI PERBUATANMU, BUKAN PERKATAAN MU
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:16
Segala sesuatu yang kita lakukan menghasilkan benih dan memberi dampak pada anak cucu kita, sebagai generasi masa depan. Alkitab mengatakan, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16). Perhatikan bahwa orang-orang di sekitar kita mungkin tidak perlu untuk mendengarkan apa yang menjadi pendapat dan pemikiran Anda, tetapi mereka pasti akan memperhatikan cara hidup kita. Kita harus selalu berusaha untuk hidup dan melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar; yang membawa kemuliaan bagi nama Bapa di Surga
*courtesy of PelitaHidup.com
Satu contoh yang paling nyata dan mudah adalah anak-anak kita. Kita dapat terus menerus memberitahu mereka sepanjang hari mengenai bagaimana seharusnya mereka bertindak, mengerjakan sesuatu atau meresponi sesuatu, namun kenyataannya, mereka akan melakukan segala sesuatu seperti yang kita (orang tua) lakukan, bukan melakukan apa yang kita katakan. Ketika mereka beranjak dewasa nanti, mereka akan meniru semua yang kita lakukan termasuk, gaya hidup kita, pilihan-pilihan yang sudah kita ambil selama menjadi orang tua mereka dan bagaimana kita memaknai dan menjalani hubungan; baik dengan orang yang kita kasihi maupun dengan orang lain. Anak-anak akan melakukan segala sesuatu seperti yang dilakukan orang tuanya; yaitu berdasarkan apa yang mereka lihat dan mereka alami.
Itulah sebabnya sangat penting bagi setiap kita (terutama sebagai orang tua) untuk memberi contoh dan teladan yang tidak hanya baik, tetapi juga benar sesuai dengan Firman Tuhan kepada anak-anak dan keluarga kita. Tunjukkan pada mereka arti dari hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan. Sebagai orang tua, kita melukis sebuah lukisan dengan gaya hidup kita dan anak-anak membingkainya sesuai dengan persepsi mereka masing-masing! Oleh karena itu, lukislah sesuatu yang akan membuat anak-anak kita merasa bangga ketika mereka harus memberi bingkai pada lukisan tersebut karena segala tindakan kita sebagai orang tua membentuk masa depan mereka!
Tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah sebuah lukisan yang sedang Anda kerjakan. Anda dapat menciptakan suatu visi dan tujuan hidup yang dapat Anda wariskan turun temurun kepada generasi selanjutnya. Melalui teladan Anda, Anda tidak hanya berinvestasi kepada anak-anak Anda, tetapi juga kepada keturunan mereka kelak.


Mungkin saat ini Anda belum memiliki anak, tetapi, tentu saja ada anak-anak lain dalam lingkup hidup Anda. Anda dapat mengatakan kepada keponakan Anda atau putra-putri dari teman dan sahabat Anda betapa berharganya mereka. Katakan bahwa mereka sangat istimewa di mata Allah. Perkataan iman Anda membawa dampak besar dalam kehidupan mereka kelak. Tindakan dan teladan kitalah yang akan membawa dampak besar, dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ketika kita berhasil memberi pengaruh dan dampak baik walaupuan hanya kepada satu orang saja!
MULUTKU UNTUK BERSYUKUR

MULUTKU UNTUK BERSYUKUR

02:11 0

Hasil gambar untuk MULUTKU UNTUK BERSYUKUR
“Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memujimuji Dia di tengah-tengah orang banyak.”  (Mazmur 109: 30).
    Sejak manusia diciptakan Tuhan, manusia telah diperlengkapi dengan anggota tubuh: kepala, mata, hidung, telinga, mulut, tangan dan kaki. Semua itu memiliki fungsi masing-masing dan saling melengkapi satu dengan yang lain. Semua bermanfaat untuk kebutuhan dalam diri pribadi, orang lain dan juga Tuhan sebagai penciptanya. Taukah kamu fungsi dari setiap anggota tubuhmu? Secara umum, mulut adalah anggota tubuh yang berfungsi untuk berbicara atau berkata-kata. Dengan kata lain, mulut adalah media untuk menyuarakan apa yang kita pikirkan dan rasakan baik itu kepada orang lain dan juga kepada Tuhan. Jika kita ingin mengungkapkan sesuatu kepada orang lain maka kita harus berbicara supaya orang lain tahu maksud kita. Demikian juga kepada Allah. Namun, bisakah kita berbicara kepada Allah? Ya, tentu bisa, dengan doa dan pujian. Dalam doa dan pujian, kita mengungkapkan dan menyuarakan isi hati kita kepada Allah, baik itu mengenai keluh kesah, kekhawatiran dan juga rasa ketakjuban atas kuasa Tuhan. Biasanya, setiap orang yang merasa kagum terhadap prestasi yang diraih oleh seseorang tentu akan memujimuji orang tersebut. Demikian juga dengan Allah. Setiap orang yang kagum akan kuasa Tuhan, maka akan memuji-muji Tuhan. Pujian tersebut bisa diungkapkan dengan kata-kata dalam puisi atau nyanyian. Bisakah kamu bernyanyi?
          Setiap orang bisa bernyanyi, kecuali orang yang tunawicara.  Namun tidak semua orang pintar bernyanyi. Bernyanyi adalah mengeluarkan kata-kata dengan nada-nada. Kata-kata itu dikeluarkan/disuarakan melalui mulut. Survei menunjukkan bahwa belum pernah ada orang terlahir ke dunia tidak punya mulut. Hanya yang pernah adalah yang tidak bisa bicara atau bersuara (tunawicara). Sehingga untuk menyampaikan isi hati dan pikirannya dengan bahasa tubuh. Tapi bukan berarti dia tak pernah pernah memuji Tuhan. Dia memuji Tuhan dalam hati tanpa nada. Untungnya Tuhan sangat berkuasa. Dia tau setiap hati manusia, tau bahwa dia memuji-Nya lewat suara hati yang terdalam. Betapa kita sangat merenung, jika kita masih bisa bersuara dengan mulut. Bukan persoalan beruntung atau tidak, tetapi adalah tentang makna hidup yang harus disyukuri dalam setiap keadaan. Sempurna atau tidaknya, ada atau tidaknya dan boleh atau tidaknya seseorang bersuara dengan mulut adalah wajib hukumnya untuk bersyukur kepada Tuhan. Hanya saja caranya yang berbeda. Yang tunawicara akan bersyukur lewat suara hatinya, sedangkan yang punya mulut akan memuji Tuhan dengan nada. Ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan atas anugerah keselamatan dalam kehidupan kita. Renungkan betapa banyaknya pertolongan Tuhan untuk kita. Karena itu bernyanyilah, pujilah Dia dan nyatakan syukur bagi-Nya.
DOA : TUHAN, Allah, ajarilah kami supaya kami dapat menggunakan anggota tubuh kami untuk kemuliaan nama-Mu, dan kami dapat berkata senantiasa mulutku akan bersyukur kepada Tuhan dengan nyanyian. Amin.

Kata-kata Bijak:
Kebahagiaan sejati adalah orang yang selalu bersyukur atas segala yang Tuhan beri.
HIDUP DALAM KASIH KARUNIA TUHAN

HIDUP DALAM KASIH KARUNIA TUHAN

03:55 0




Hasil gambar untuk HIDUP DALAM KASIH KARUNIA TUHAN
Efesus 2:8, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah."
Keselamatan yang kita peroleh sebagai orang percaya bukanlah hasil dari perbuatan kita tetapi karena iman dan kasih karunia Tuhan. Perbuatan baik yang kita capai tidak memiliki andil apa-apa dalam proses keselamatan itu, perbuatan baik itu hanya merupakan buah atau tanda bahwa kita sudah mengalami keselamatan dari Tuhan. Rasul Paulus sangat membenci kekristenan, dan ia berupaya untuk memburu serta membunuh para pengikut Yesus. Namun bukan karena kemauan Paulus, ia memperoleh kasih karunia Tuhan dengan cuma-cuma. Dalam sekejap hidupnya berubah haluan menjadi Rasul Yesus Kristus.
Kasih karunia (grace) berarti; kita yang sebenarnya tidak layak (karena dosa), menjadi layak di hadapan Tuhan (Bnd.Roma 3:226:23). Jaman PL seorang budak tidak diperkenankan sehidangan dengan tuannya tetapi dalam perjanjian baru kita sebagai hamba dilayakkan untuk sehidangan dengan Tuhan.
Kasih karunia memampukan kita menjalai hidup ini dengan luarbiasa, hal yang kita tidak mungkin bisa kita kerjakan dapat kita capai dengan pertolongan Tuhan. Rasul Palus mengalami hal ini, dalam melaksanakan tugas pemberitaan Injil, Rasul Paulus mampu menanggung penderitaan dan melaksanakan tugas dengan baik.
Kalau kita membaca Kitab Kisah para rasul, banyak sekali mengisahkan tantangan yang dialami para murid-murid Yesus dalam pemberitaan Injil, namun mereka tetap bersemangat dan bersukacita karena Tuhan memampukan mereka. Dalam
1 Korintus 15:10 Rasul Paulus berkata, "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku."
Apa manfaat kasih karunia Tuhan bagi kita?
  1. Mengubah kehidupan kita secara radikal (1 Timotius 1:12-13).
  2. Selain Rasul Paulus, Zakheus juga mengalami perubahan yang drastis dalam hidupnya ketika ia mengalami kasih karunia Tuhan ketika bertemu dengan Yesus. Demikian halnya hidup kita ketika berjumpa secara pribadi dengan Yesus hidup kita akan mengalami suatu perubahan ke arah yang benar (radikal).
  3. Melepaskan kita dari kepahitan (Ibrani 12:15)
  4. Dalam nats Ibrani di diatas dikatakan bahwa hanya kasih karunia Tuhan membuat kita mampu melepaskan kita dari rasa kepahitan. Kepahitan sangat menghambat pertumbuhan iman dan rasa ini membuat kita tidak bisa menerima firman Tuhan dengan baik sebab firman Tuhan hanya dapat bertumbuh hanya dalam tanah (hati) yang subur (bnd. Matius 13:1-23).
  5. Membuat kita bertahan dalam penderitaan dan mampu menyelasaikan tugas dengan sempurna (KPR 7:9-10)
  6. Dalam Kitab para rasul banyak diceritakan kesuksesan para murid-murid Tuhan Yesus menghadapi tantangan hidup dalam memberitakan injil. Dalam kitab kejadian diceritakan juga bagaimana Yusuf mengalami penganiayaan silih berganti dalam hidupnya, namun ia tetap mampu bertahan dan menyelesaikan tugas pangilannya dengan baik sehingga Tuhan meng-anugrahkan berkat multiplikasi dan promosi dalam hidupnya. (lihat juga contoh lainnya seperti; Daud, Musa dan Yesus, dll).
Bagaimana supaya kita bisa hidup dalam kasih Karunia?
  1. Miliki sikap hati yang benar.
  2. Mengikut Tuhan bukan karena dipaksa dan ikut-ikutan saja, tetapi harus merupakan suatu keputusan yang lahir dari dorongan hati. Jika sikap seperti ini kita alami dalam mengikut Yesus anugerah Allah akan dilimpahkan bagi kita dan perkara perkara besar pasti kita alami bersama Tuhan.
  3. Mengikuti proses dari Tuhan dengan penyerahan diri dan penuh ketatan.
  4. Kalau kita masuk dalam prosesnya Tuhan tetap jalani dengan penuh ucapan syukur sebab proses itu pasti mendatangkan kebaikan bagi kita (bnd.Roma 8:28). Alkitab berkata ketika kita lemah kasih karunia Tuhan menjadi nyata bagi kita.
"Kunci kemenangan seorang Kristen adalah kasih karunia Tuhan, sebab Tuhan yang bekerja bagi kita melakukan hal-hal yang tidak mampu kita lakukan secara daging. Karena itu ambilah keputusan untuk tetap berada dalam Tuhan, dan bersyukur serta tetap setia dalam proses hidup kita, maka Tuhan kita pasti mendapatkan perkenan-Nya."
TEGUH BERPEGANG

TEGUH BERPEGANG

03:48 0

Hasil gambar untuk teguh berpegang bersama yesus
dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Adalah kehendak Allah agar umatNya teguh berpegang pada kebenaranNya!  Ayat ini sekaligus menjadi peringatan bagi saudara dan saya, sebab tidak sedikit orang yang – karena berbagai alasan tertentu – tidak lagi berpegang pada kebenaran Allah!  Lalu, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” – Matius 16:26.
Kebenaran
Kebenaran berarti:
1. Di dalamnya tidak terdapat kesalahan;
2. Tidak berat sebelah;
3. Dapat dipercaya, sejalan dengan apa yang diucapkan;
4. Tidak pernah berubah, tidak dipengaruhi zaman.
Tak satupun di dunia ini yang bisa memenuhi keseluruhan kriteria tersebut, kecuali satu!  Dialah Yesus!  Haleluya!
Yohanes 17:17 – “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
Firman adalah Allah.  Dan Firman itu telah menjadi manusia – Yohanes 1:1;14.  Yesus adalah Firman yang telah menjadi manusia, dan Ia berkata,   – “... Akulah jalan dan kebenaran dan hidup...” – Yohanes 14:6a.
Yesus memenuhi keseluruhan kriteria tentang kebenaran:
1. Dia tidak berbuat dosa, bahkan tidak mengenal dosa – 1 Petrus 2:22a; 2 Korintus 5:21;
2. Dia adalah Hakim yang adil – Yohanes 5:30;
3. Tipu tak ada dalam mulutNya – 1 Petrus 2:22b;
4. Dia tetap sama: kemarin, hari ini dan selamanya – Ibrani 13:8.
Setelah naik ke surga, Yesus mengutus Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran, untuk menyertai dan menolong saudara dan saya selama hidup dalam dunia.  “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,  yaitu Roh Kebenaran...” – Yohanes 14:16-17.  Haleluya!

Teguh Berpegang
Banyak orang Kristen datang beribadah di gereja, namun tak lagi berpegang teguh pada Kebenaran Firman Allah!  Andaikan mereka teguh berpegang pada Kebenaran itu, Tuhan berjanji, “... apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” – Matius 21:22; Markus 11:24.  Puji Tuhan!
Hari ini, mari ambil keputusan – apa pun yang terjadi: dalam suka atau duka – tetap teguh berpegang pada FirmanNya.  Sebab FirmanNya, Ya dan Amin!  Jangan biarkan dirimu terperdaya oleh berbagai muslihat Iblis yang akan membawa kita pada kebinasaan. 
Pimpinan dan pertolongan Roh Kudus memampukan saudara dan saya untuk tetap teguh berpegang pada FirmanNya.  Puji Tuhan! Tuhan Yesus memberkati!